Berita Pers JCCB-4

Berita Pers JCCB-4

Press Release

The 4th Jakarta Contemporary Ceramics Biennale

“Ways Of Clay : Perspectives toward the future”

 

Pembukaan :

7 Desember 2016 . Jam 19.00 WIB

 

Venue Gedung : A- B –C

Galeri Nasional Indonesia

Jl. Medan Merdeka Timur. No.1.

Jakarta 10110, Indonesia

 

Buka Untuk Umum dan Gratis

8 Desember 2016 – 22 Januari 2017

 

Senin – Minggu

Jam: 10.30 – 18.00 WIB

 

Pameran Tutup : Tiap Libur Nasional

 

The 4th Jakarta Contemporary Ceramics Biennale (JCCB-4), akan kembali digelar. Menampilkan karya-karya dari 44 seniman, yang berasal dari 23 negara. JCCB-4 merupakan perhelatan seni keramik kontemporer dua tahunan (biennale) yang terbesar di Asia Tenggara.

Melalui tema “Ways Of Clay : Perspectives toward the future” , JCCB akan menafsirkan sejarah sebagai perspektif dalam memahami praktik seni keramik ke depan. Sejarah dalam konteks JCCB-4 bukan hanya sejarah seni keramik sebagai sebuah disiplin, melainkan dipahami juga sebagai sejarah penggunaan material lempung dan media keramik dalam praktik seni rupa. Dengan kata lain, lempung dan keramik dipisahkan terlebih dahulu dari beban kategoris dirinya. Kenyataan historis menunjukkan penggunaan material lempung dan media keramik tidak bisa dibatasi oleh pengelompokkan kategoris objek estetik yang dibentuk pada masa seni moderen. Bahkan, hingga kini lempung dan keramik selalu menarik perhatian perupa dari berbagai latar belakang. Warisan sejarah ini lah yang menjadi premis JCCB untuk selalu melibatkan peserta dari latar belakang bukan pekeramik.

“Ways Of Clay: Perspectives toward the future” hendak memahami hubungan antara gagasan seniman dan cara ekspresi, di mana perspektif terhadap material dan media mempengaruhi proses kreasi serta apresiasi sebuah praktik seni. “Status” merupakan gambaran kondisi dan keadaan praktik seni keramik, namun serta merta mengandung pengertian politis ketika dihadapkan dalam lingkup sejarah, teori, dan wacana seni rupa. Menariknya, praktik seni keramik sejak awal mengandung aspek paradok dalam berbagai level pemahaman sebagai material, media, dan objek. Seperti ephemeral-permanen antara lempung-keramik; rural-kosmopolit antara kerajinan keramik dan desain keramik; atau ekslusifitas-massal antara karya kriya dan produk pabrik. Paradok inilah yang menyebabkan praktik seni keramik selalu berada dalam kondisi yang tidak stabil, namun juga fleksibel dan mengandung mobilitas. Secara kontinuum, perubahan dan paradok tersebut telah menjadi bagian dari kesadaran seniman keramik hingga hari ini. Menariknya, justru sifat paradok ini yang menyebabkan praktik seni keramik bertahan dan menjadi bagian dari zeitgeist seni itu sendiri.

Kini ketika seni di dominasi oleh media berbasis digital, di satu sisi praktik seni keramik menjadi bagian dengan memanfaatkan kemungkinan teknologi sebagai bagian dari ekspresi seni. Namun di sisi lain ia menjadi antitesis dunia virtual, ketika lempung kini makin dipahami sebagai material eksperential, maka praktik seni keramik adalah pengalaman tentang materialitas yang menawarkan jalan untuk kembali ke realitas.

Residensi JCCB-4, 2016

Penyelenggaraan JCCB-4 kali ini, sangatlah berbeda. Karena dalam persiapannya dimulai dengan program residensi para seniman di beberapa lokasi. Mereka masing-masing selama satu bulan berinteraksi dengan situasi lokal; baik secara sosial maupun secara budaya. Mulai dari bulan Agustus hingga November 2016, sebanyak 20 seniman residensi, baik secara Internasional—dari berbagai negara, maupun para seniman nasional, yang bekerja di beberapa lokasi dan kota. Mulai ditempatkan di desa kerajinan keramik, studio seniman, sekolah keramik hingga keramik Industri. JCCB-4 berkolaborasi dengan tuan rumah residensi (host).

Program residensi ini akan dikembangkan untuk penyelenggaraan JCCB ke depan. Ada beberapa hal yang mendasari, antara lain: bahwa suatu bienal internasional seharusnya akan menjadi lebih menarik jika ada suatu bentuk interaksi antara para seniman dengan komunitas di mana seniman itu berada dalam suatu lokasi. Kedua, karya-karya yang diproduksi selama residensi lebih terasa kaitannya antara seniman dengan di mana mereka ditempatkan. Mengaktifasi dan membentuk ekologi seni keramik dengan melibatkan berbagai lembaga pendidikan menengah dan perguruan tinggi seni, studio keramik individual, industri keramik , kerajinan dan komunitas pembuat keramik.

Lokasi dan tempat residensi:

Bandung; FSRD-ITB, ISBI-Bandung, Kandura-Studio, Ahadiat Joedawinata Studio, SMKN 14 (SMSR). Majalengka: Jatiwangi Art Factory (JAF). Yogyakarta: Timboel Rahardjo Studio-Kasongan, Arskala Prinsciple Studio. Semarang: Sango Ceramics. Bali: Jenggala Ceramics, Agung Ivan Studio, Tanteri Ceramics.

Para Seniman Residensi:

Angie Seah (SG) – Arya Pandjalu (Id) – Awangko Hamdan (MY) – Danijela Pivašević-Tenner (RS/DE) – Eddie Hara (ID/CH) – Elodie Alexandre (FR/IN) – He Wenjue (CN) – Joris Link (NL) – Jose Luis Singson (PH) – Joseph Hopkinson (WLS / UK) – Kawayan De Guia (PH) – Ljubica Jocic Kneževic (RS) – Maria Volokhova (UA/DE) – Nao Matsunaga (JP/UK) – Pei-Hsuan Wang (TW) – Richard Streitmatter-Tran (VN) – Ryota Shioya (JP) – Soe Yu Nwe (MM) – Thomas Quayle (AU) – Uji ‘Hahan’ Handoko (ID)

 

Dokumentasi residensi Augustus


 

Dokumentasi residensi September


 

Dokumentasi residensi Oktober


 

Dokumentasi residensi November


 

Info program residensi JCCB4 secara lebih rinci bisa di akses di :

 

 

Perbedaan yang mendasar antara JCCB dan pameran keramik internasional lainnya adalah keterlibatan peserta non-keramikus. Hampir semua pameran-pameran internasional keramik berkala diikuti, atau memang diperuntukkan bagi para pekeramik.

JCCB yang terbuka terhadap non-seniman keramik, bisa jadi faktor yang paling mempengaruhi cara pandang JCCB tersebut adalah kondisi medan seni rupa Indonesia itu sendiri yang memang menempatkan seni keramik sebagai bagian dari fine art. Dari situ sebenarnya JCCB telah meletakkan platform dasar yang membedakannya dengan bienal keramik lainnya, dan sekaligus menunjukkan relevansi konteks masa kemunculannya. Kata kunci dalam memahami JCCB adalah sifat inklusif dan ekspansif. Inklusif dalam pengertian terbuka dan selalu melibatkan bukan hanya seniman keramik, serta ekspansif dalam pengertian mendorong baik terobosan-terobosan artistik maupun peluang penafsiran terhadap media dan pengertian keramik itu sendiri.

Seniman (Non Residency):

Agugn Prabowo (ID) – Alice Couttoupes (AU) – Ane Fabricus Christiansen (DK) – Antonella Cimatti (IT) – Clare Twomey (UK) – Diego Akel (BR) – Eddie Prabandono (ID) – Eva Larsson (SE) – Geng Xue (CN) – Gita Winata (ID) – Heri Dono (ID) – Kyoko Uchida (JP) – Kyungwon Baek (KR) – Masha Ru (RU/NL) dan Dina Roussou (GR-NL)- Moelyono (ID) – Mohamad Rizal Salleh (MY) – Nadya Savitri (ID) – Panca DZ (ID)  – Sarah O’Sullivan (AU) – Takashi Hinoda (JP) – Teri Frame (US) – Tomoko Sakumoto (JP) – Yunizar (ID)

 

Rangkaian Program JCCB-4

 

Seminar WAYS OF CLAY : Perspective Toward the Future

Kamis / Thursday , 8 Desember 2016

11.00 – 16.00 WIB

Seminar Room GNI

 

Artists Talk , Ceramic Sharing and Presentation

Mulai Jum’at 9 Desember 2016 hingga 22 Januari 2017.

11.00 – 15.00 WIB

Seminar Room GNI

 

Gallery Tour

Tiap Jum’at, Sabtu , Minggu : mulai 9 Desember hingga 22 Januari 2017

Every Friday, Saturday and Sunday until January 22nd , 2017.

 

Ceramic Workshops

Tiap Akhir Pekan, mulai Sabtu : Mulai 9 Desember hingga 22 Januari 2017.

Every weekend , starting from Saturday , December 9th, 2016 to January 22nd 2017.

Pottery workshop by

logo-ganara-art-space-01

Contact workshop: ganaraartspace@gmail.com

 

 

http://jccbindonesia.org/

 

Instagram : @jccb_indonesia

Facebook Page : JakartaContemporaryCeramicsBiennale

Twitter : @jccb_indonesia

Organisasi The 4th JCCB 2016.

Penggagas JCCB : Asmujo J. Irianto, Rifky Effendy

Direktur : Rifky Effendy . Direktur Artistik: Asmujo J. Irianto. Kurator : Nurdian Ichsan , Rizki A. Zaelani. Kordinator Residensi: Nia Gautama. Asisten residensi program: Akbar Adhi Satrio (FSRD-ITB) , Erik Rifky Prayudhi (ISBI-Bandung), Nadzifa Hidayati, Nesa Pratama, Natas Setiabudhi, Apri Susanto (Yogyakarta). Sekretaris: Andi Nadya Aurora. Keuangan : Tania Kardin. Editor: Yakobus Ari Respati, Axel. Grafik Desain: Yudo Satrio, Yosefa Aulia. Kordinator Pameran : Puja Anindita. Fotografi : Tim JCCB-4.


Kontak Lebih Lanjut :

Andi Nadya Aurora : +62 878-7903-4242

Rifky Effendy : +62 812-9452-6253

E-mail: mail@jccbindonesia.org , indonesiacontemporaryceramic@gmail.com

 

Para pendukung The 4th JCCB