Arya Pandjalu (Indonesia)

Arya Pandjalu (Indonesia)

Arya Pandjalu (Bandung, 1976)

29830349905_09326bd0fa_z

Dikenal lewat penggambaran-penggambaran hibridanya antara tubuh manusia dengan burung sebagai puncak kepala, Arya Pandjalu banyak melakukan pencerminan atas hadir dan terus berkembangnya cara hidup organik folkspeople di tengah masyarakat kita. Menggabungkan cara bercerita pribadi dengan cara bercerita berkelompok pada masyarakat, Pandjalu menyodorkan manusia sebagai bagian dari dunia mahluk hidup yang bertumbuh, menempati sisi berseberangan dengan aktivitas mekanis ciptaannya sendiri. Penggambaran Pandjalu menjadi semacam ruang jeda reflektif yang membayangkan dunia serba bercampur dan lesap antara kegiatan manusia dengan alam sederhana di sekitarnya, selagi juga menyiratkan kehalusan kontrastif. Sebagaimana ia dengan halus mensimulasi warna-warna organik di alam dalam tekanan nada pastel yang sesungguhnya sintetik.

Arya Pandjalu menjalankan program residensi JCCB4 di Jenggala, Bali, pada September- Oktober 2016. Sebagai pokok karyanya, Pandjalu memadu-padankan sosok tengah figur dada (bust) dan kepala, dengan tetumbuh- tetumbuh organik dan benda-benda pakai keramik yang menyeruak dari berbagai sisinya. Pandjalu bekerja dengan produktif pada masa residensinya, dan bahkan memperpanjang masa kerjanya. Dengannya, terpadu-padankan pula, corak dan gaya bagian besar karya-karya pribadinya, dengan sentuhan-sentuhan rasa, gaya, dan teknis dari Jenggala; yang memiliki kekhasan-kekhasannya tersendiri sebagai penyedia keramik menengah, dalam kualitas.

Better known for his hybridized depictions of bird- headed men, Arya Pandjalu often looks into the existence, growth, and organic adaptibility of the common-rural folk in its increasingly urbanised surroundings. Combining personal story telling with that of the people’s, Pandjalu puts the human subject forward in its conjunction among other living creatures in nature, vis-a-vis with his own mechanized activities. Pandjalu’s depictions becomes some sort of a reflective interstice, which imagines the world as thoroughly interweaved, hybridised between man’s activities with his simple natural surroundings, while also implying a subtle contrast through his way of emulating organic colours in nature, which are synthetic in pigment.

Arya Pandjalu did his JCCB4 Residency program in Jenggala, Bali, September-October 2016. Portraying casted busts and head figures of the artist himself at the center of his works, Pandjalu puts them in fresh colours and set a fresh tone of his hybridised figures—in conjunction with ceramic clues from Jenggala as an industry of its own.

 

works:

  1. I am Earth (Branches) . Glazed Stoneware . 39,5 x 24,5 x 37, 5 cm . 2016
  2. Mask. Glazed Stoneware . 30 x 13 x 26,5 cm . 2016
  3. I am Earth (Bird). Glazed Stoneware . 39,5 x 24,5 x 37, 5 cm . 2016
  4. Electric Earth. Glazed Stoneware, Sound Mechanics. Variable Dimension. 2016
  5.  So Bright Today. Glazed Stoneware. 28 x 23 x 28 c2016

Images